Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Dinamika Kurikulum Sekolah, di Negriku..

Dinamika Kurikulum Sekolah, di Negriku..

Ditulis oleh Unknown, pada Rabu, 21 Januari 2015 | 07.04

Mumpung lusa itu hari jum'at, jadi rabu malam kamis setelah hari selasa ini daripada dak ada kerjaan, ngepost dulu ah.. Kali ini aku bakal curhat seputar kurikulum pembelajaran di Indonesia yang cukup sensasional ini.

Yaa seperti yang kita tahu, untuk sekolah yang baru jalanin kurikulum terbaru (K13) selama satu semester, maka pada semester keduanya kurikulum ini sudah harus diberhentikan & sekolah harus kembali ke KTSP 2006.

PANTASKAH DIBERHENTIKAN?
Menurut pendapatan ku pribadi, sangat pantas & bukan kebijakan yang terpuruk tetapi ini adalah kebijakan yang bijak untuk dipilih. Loh kenapa? Bukannya itu sama saja sebuah kemunduran? Alamak Jaaang! K13 ini memang patut untuk dihentikan, terlebih untuk sekolah yang berada di daerah (sosialisasi kurang cooyy..)

Gini ya, K13 ini memiliki banyak mudorot nya loh.. Menurutku mudorotnya itu seperti;

1. Brangkas Negara Mengkerut
Duit negara abis-abis gak karuan. Kok bisha? Ya bisha lah.. Tuh buat biaya sosialisasi kepada guru-guru, guru disuruh datang sosialisasi yang tak jarang dilakukan di ibukota provinsi, tiket ditanggung negara, kalau sosialisasi selesai guru dibekali uang saku (yaa walaupun perorang-nya tidak terlalu banyak, tapi kalo dihitung secara luas meraong gam brangkas negara).

Belum lagi biaya untuk raport, yang repotnya minta ampun.. Yaa iyalah repor, repot banget! Masing-masing pelajaran siswa itu pasti dapat penilaian sendiri, ntah keaktifan kepatuhan dan ke-an ke-an lainnya. Tuh kertas hvs 1 pak abis untuk 10 siswa aja palingan. Kurang boros apa coba?

2. Kelas Pecah
Pertama kelas sering berada dalam keadaan tanpa pengawasan & pengajaran seorang guru (gurunya kemane? Kan ikut sosialisasi), ini yang fatal binggo. Kalau kelas dak ada guru tuh siswa jadi bloon, kelas rusuh, tapi sebagian juga senang sih karna jam kosong jangg!

3. Yang Malas Makin Malas, Yang Rajin?
Ini kemudorot an dari kurikulum 2013 lainnya. Yaitu, membuat yang malas semakin meningkatkan kemalasannya dan yang rajin semakin tercekik & cepat keriputan! Sesuai dengan K13 yang mengharuskan siswa untuk sering kerja kelompok (ntah untuk presentasi atau untuk colek tai sapi untuk kebun sawit). Sudah menjadi rahasia umum kalau kerja kelompok tuh yang kerjanya cuma anak yang rajin aja, untuk yang setengah setengah kaya aku atau malah yang malas binggo itu tinggal terima bersih doang!

Ini nih, untuk cebok pantat aja kalik gak sempet untuk yang rajin tuh.. Kan kasian, sangat melanggar HAM

4. Serasa Gak Punya Rumah
3/5 dari 24 jam bisa bisa dihabiskan disekolah, karna jam belajar K13 lebih banyak daripada KTSP2006. Belum lagi tambahan belajar ini itu ini itu, nebas rumput sekolah, gosokin wc, yah banyak lagi dah kegiatan yang bikin hidup siswa semakin tersiksa dan serasa menjadi budak. yaelah bro.... makin kriput!

5. Refrescing? Mitos
Melanjutkan point empat, akarnya ke sini. Yaa waktu siswa untuk refrescing disela sela kegiatan sekolah semakin terkuras, entah itu olahraga bersama teman, main coc, jalan jalan sore, makin jadi mitos yang hanya bisa diwujudkan dalam do'a tanpa kepastian.

Alhamdulillah... Kini K13 yang menjadi mitos, lega rasanya, semoga dikemudian waktu, pemerintah merancang kegiatan pembelajaran lebih berfikir panjang lagi.. Tidak seperti ini yang terlihat seperti main main & terkesan maksa.

Tiduk lok,
Dadaa

0 komentar :

Posting Komentar